I Want You Part X

​”Huh,, capek kak.”keluh Dinda kemudian berbaring di kamar barunya, tepatnya kamar Rafael yang kini menjadi kamarnya juga. 

“Iya, tapi meski begitu aku bahagia banget. Mimpi buruk itu tak terjadi.”ujar Rafael yang ikut berbaring di sebelah Dinda yang sedang asyik memandang langit kamar. 

“Aku gak nyangka kak, ternyata Asti baik banget. Kak Morgan beruntung udah ngedapetin Asti.”ucap Dinda melingkarkan tangannya di perut Rafael sedang Rafael mengusap-usap rambut panjang Dinda. 

“Aku lebih beruntung karena aku sekarang bisa di sini memeluk istriku yang cantik.”gombal Rafael. 

“Gombal.” 

“Ngapain gombal itu fakta.” 

“Terserah deh, tidur yuk kak.”ajak Dinda. 

“Din. Dinda.”ucap Rafael sambil melirik Dinda yang sudah tertidur di dekapannya. 

“Eh, ternyata udah tidur. Good night, baby. Saranghae.”ujar Rafael mencium kening Dinda cukup lama lalu menarik selimut sampai menutupi tubuh mereka berdua. 

*** 

Hari telah pagi, sinar matahari pagi menyeruak masuk ke kamar pengantin baru itu. Menuntut si empunya kamar agar segera membuka matanya, memulai aktivitas pagi. 

Merasa terganggu, Dinda pun membuka matanya. Ia tersenyum kecil melihat orang yang sangat dicintainya, kini adalah orang pertama yang akan selalu dilihatnya setiap ia pertama kali membuka mata. Ia mengelus kecil pipi pujaan hatinya itu, membuat si empunya pipi sedikit terganggu. Setelah mengelus pipi Rafael, ia bergegas bangun dari tempat dan mencium kilat pipi Rafael dan segera mandi. 

*** 

“Kok belum bangun sih.”gumam Dinda kemudian duduk di tepian ranjang dekat Rafael. 

“Kak, jangan manja deh. Ayo bangun.”ucap Dinda sembari mengguncangkan tubuh Rafael. 

“ngh, bentar masih ngantuk.”keluh Rafael. 

“Ayo kak, bangun kalau kakak gak bangun aku ngambek nih.”ucap Dinda menyilangkan tangannya di depan dada dan cemberut. 

“Iya deh iya. Udah bangun nih. Jangan ngambek yah.”ujar Rafael kemudian duduk. 

“Nah, gitu dong. Ayo buruan mandi, aku mau masak.”ucap Dinda dan menarik tangan Rafael agar berdiri. 

Dengan sedikit malas, Rafael pun bergegas mandi.

*** 

Dinda sedang memasak nasi goreng di dapur. Ketika ia asyik mengaduk nasi goreng, tiba-tiba ia merasakan sentuhan hangat melingkar di perutnya. 

“Lagi masak apa sih?”tanya Rafael. 

“Masak Nasi goreng spesial.”jawab Dinda. 

“Apanya yang spesial?” 

“Kan aku buatnya pake cinta.” 

“Iya deh, yang masak pake cinta harus enak.” 

“Kak, awas deh. Jangan ganggu.”ucap Dinda dan berusaha melepaskan tangan Rafael yang melingkar di perutnya. 

“Biarinlah kayak gini. Kamu kan masih bisa masak.”tolak Rafael. 

“Iya, tapi gak nyaman.”ucap Dinda. 

“Tapi, aku nyaman banget kalau kayak gini.”ujar Rafael. 

“Ish,,”dengus Dinda kesal. 

*** 

Akhirnya nasi goreng spesial yang dibuat Dinda selesai. Rafael telah siap duduk di kursi di balik meja makan, menunggu Dinda yang masih di dapur entah apa yang ia lakukan. 

“Dindaa.. Lagi ngapain sih kamu.”ucap Rafael sedikit berteriak. 

“Iya kak. Sabar dong.”ucap Dinda sembari berjalan menghampiri Rafael dengan membawa sepiring besar nasi goreng. 

“Silahkan dimakan..” 

“Udah gede juga masih aja makan belepotan kayak gitu.”ucap Rafael sambil membersihkan nasi yang menempel di bibir Dinda dengan tissue.

“Om, tante udah berangkat lagi ya kak?”tanya Dinda.

“Kok masih manggil om-tante sih. Kamu sekarang kan juga anaknya pagi mama-papa dong.

“Iya. Mama-papa udah berangkat lagi kak?”tanya Dinda lagi.

“Udah. Tadi pagi waktu aku habis mandi, mama telpon ternyata udah berangkat.”jawab Rafael.Dinda hanya mengangguk tanda mengerti.

***

Enam bulan telah berlalu, sampai detik ini hubungan mereka baik-baik saja. Bahkan sekarang Dinda sedang mengandung anak Rafael. Rafael sangat senang mendengar berita yang menggembirakan itu. Hal ini, membuat Rafael semakin perhatian dengan Dinda. Sampai-sampai semua makanan yang Dinda makan si bawah kontrol Rafael. Ia juga membelikan kaset-kaset musik klasik, agar anaknya menjadi pintar. Sebenarnya perhatian Rafael yang sedikit overprotective membuat Dinda kesal. Namun, ia tahu semua ini dilakukan karena Rafa tak ingin terjadi apa-apa dengan calon anaknya.

“Ayah, bunda pingin ke taman kompleks deh.”ucap Dinda manja.

Memang sekarang mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan ayah-bunda.

“Tapi bunda, di sana kalau sore-sore begini banyak anak-anak kecil yang lari-larian ke sana kemari. Ayah khawatir, nanti salah satu dari mereka gak sengaja nabrak bunda terus.-”

“Ayah sekarang cerewet banget deh.”potong Dinda.

“Ayah bukannya cerewet, ayah itu cuman gak mau terjadi apa-apa dengan calon anak kita, Bunda.”

“Iya kan? Selalu begitu. Lagian ini bukan Bunda lho yah yang minta. Tapi, yang minta anak kita. Ayah mau ya kalau anak kita nanti ngiler. Janji deh bunda bakalan hati-hati.”ucap Dinda berjanji sambil menunjukkan wajah memelasnya berharap Rafael mau menerima ajakannya.

“Iya deh iya, Ayah temenin. Tapi, janji ya bunda harus hati-hati.”

“Iya Ayah yang cerewet.”ucap Dinda tersenyum lebar.

***

Kini mereka telah sampai di taman kompleks. Mereka ke sana mengendarai motor, karena memang taman itu berada tak jauh dari rumah Rafael.

Sesampainya di sana mereka sedikit berjalan-jalan mengelilingi taman, karena lagi-lagi Dinda yang meminta. Rafael sempat melarang karena suasana di taman saat itu sangat ramai. Banyak sekali anak-anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran ke sana kemari. Tapi, karena Dindanya sempat ngambek karena dilarang Rafael, akhirnya Rafael mengijinkannya.

Rafael dan Dinda pun berjalan pelan melewati jalan yang memang khusus pejalan kaki. Ketika mereka sedang berjalan di tangga menurun, tiba-tiba ada sebuah kereta

bayi yang melucur ke arah Rafael dan Dinda. Namun, Rafael dan Dinda tak menyadari bahwa ada kereta bayi yang sedang melaju kencang karena jalanan yang menurun. Dan..

‘BUGG’

Kereta bayi yang ternyata tanpa bayi itu mengenai kaki belakang Dinda yang sedang hamil 3 bulan itu.

“Dinda!”pekik Rafael.

-To be Continued-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s