I Want You Part IX

​”Dinda, loe yakin sama keputusan loe?”tanya Nisa saat mereka sedang duduk menyantap mie ayam di depan mereka. 

“Gue yakin kok, mungkin kak Rafa bukan yang terbaik buat gue. Gue yakin kok Tuhan bakal ngasih yang terbaik siapapun jodoh gue nanti.”ucap Dinda bijak. 

“Loe juga bakalan dateng?”tanya Nisa lagi. 

Dinda hanya mengangguk mantap. 

“Loe yakin kan, Din? Jangan sampe loe dateng terus mewek di sana.” 

“Ish, loe sekarang cerewet ya. Gue udah yakin, gue gak bakalan mewek.”ujar Dinda kesal. 

***

Tak terasa hari yang terasa sangat berat bagi Dinda pun datang juga. Ia tampak cantik dengan setelan kebaya putih yang dikirimkan Rafael waktu itu. Rambutnya yang panjang ia gelung dan diberi tusuk yang di pangkalnya tergelantung hiasan kecil berwarna putih mengkilap. Dan juga mengenakan high heels berwarna silver dan sebuah dompet yang berwarna senada dengan high heels yang ia kenakan. 

Jam telah menunjukkan pukul 08.54. Sebentar lagi acara akan dimulai

Dinda pun menghadapkan dirinya di depan cermin besar yang terletak di pintu lemari bajunya. Sejenak, ia hanya diam memandangi dirinya sendiri. Dengan tekad yang kuat, ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju tempat akad nikah yang tak lain adalah di rumah Rafael. 

*** 

“Asti, ayo! Siapa yang kamu tunggu?”tanya mama Asti kepada anaknya yang masih berdiri menghadap jendela kamar di rumah Rafael. 

“Bentar ma, Asti mau nunggu temen Asti sebentar. Sebentar saja ma.”ujar Asti masih tak mengalihkan pandangannya.

Dari tempat Asti berdiri, ia bisa melihat seorang perempuan yang mengenakan kebaya putih sama dengan dirinya. Hanya saja riasan rambutnya yang berbeda. 

“Itu ma, dia sudah datang. Ayo ma turun.”ajak Asti pada mamanya yang sedari tadi hanya duduk di tepian ranjang menunggui dirinya. 

Dengan langkah yang anggun, dia pun berjalan menuruni tangga. Baknya seorang putri sekarang semua orang memperhatikannya. Tak terkecuali Morgan dengan senyum manisnya. Sedangkan Rafa hanya diam tanpa ekspresi.

Asti sekarang telah berdiri di samping Rafael yang sedang duduk di hadapan penghulu. Namun, ketika ia akan duduk ia membalikkan badannya dan menghampiri Dinda yang sedang duduk tepat di belakangnya di samping Morgan. 

“Dinda, ayo kamu berdiri.”ucap Asti. 

Dinda masih diam tak bergeming. Ia menoleh ke Morgan di sampingnya. Dilihatnya Morgan yang tersenyum dan mengangguk pelan seakan memberi isyarat agar ia mau berdiri menuruti perkataan Asti. Sedangkan ketika ia mendongakkan kepalanya, ia juga melihat Asti yang juga sedang tersenyum manis kepadanya. Dengan sedikit keraguan, ia pun berdiri dengan banyak pertanyaan yang melintas di pikirannya. 

“As, ada apa?”tanya Dinda ragu. 

“Udah mending kamu duduk di sini aja deh.”ucap Asti sambil menarik tangan Dinda dan mendudukkan Dinda di depan penghulu di samping Rafael. 

“Kakak, apa ini?”tanya Dinda pada Rafael yang hanya dibalas dengan gelengan kepala dan ekspresi muka tanda tanya. 

Di belakang mereka, Asti sedang mengambil kain putih dan meletakkannya di atas kepala Rafael dan Dinda. 

“Aku tahu, kalian saling mencintai. Semoga ini yang terbaik untuk kalian.”bisik Asti tepat di telinga keduanya. 

Mendengar ucapan Asti seperti itu, seketika wajah Rafael dan Dinda berseri-seri. Mereka sangat bahagia. Mereka tak menyangka bahwa ini semua akan terjadi. 

*** 

Akad Nikah telah dilaksanakan dengan lancar. Kini dengan pesta yang berkonsep garden party itu, Rafael dan Dinda berdiri menghadap kolam renang yang kini telah disulap menjadi sebuah panggung kecil dengan kaca tebal yang menutupi permukaan air kolam. Dinda dan Rafael benar-benar nampak sangat serasi. Konsep pernikahan ini semua, sama persis dengan apa yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Dengan kemeja putih berdasi dibalut dengan jas hitam dengan kain yang dilipat sedemikian berwarna gold yang dimasukkan saku jas yang terletak di dada sebelah kiri. Rafael terlihat sangat rupawan ditambah senyum yang tak henti-hentinya terlukis di bibir merahnya. Dinda juga tak kalah cantik. Ia menggunakan dress hitam terusan berkemben yang panjangnya hingga menjuntai ke tanah. Hiasan-hiasan kecil berwarna emas di tubuh bagian atas menambah kesan elegan. 

Asti pun datang bersama dengan Morgan. Mereka bergandengan tangan seperti sepasang kekasih. 

“Selamat ya Dinda, kamu cantik banget.”ucap Asti di hadapan Dinda. 

“Makasih As, ini semua berkat kamu juga. Terus, apa papamu gak marah dengan semua ini?”tanya Dinda. 

“Enggak kok. Tenang aja. Papa gak marah kok. Papa juga bakalan tetep bantuin perusahaan Rafael meski aku gak nikah dengan Rafael. Lagian aku udah punya tambatan hati lain.”jelas Asti panjang lebar sambil menggaet tangan Morgan yang juga sedang asyik berbincang dengan Rafael. 

“Jadi, kalian?”tanya Dinda sambil menunjuk keduanya. 

Sedangkan yang ditunjuk hanya tersenyum dan mengangguk pelan. 

“Cepat-cepat susul kami ya.”ucap Rafael sambil sambil menggenggam telapak tangan Dinda lalu menciumnya. 

“Now, It’s time to dance.”ucap pembawa acara. 

Rafael pun berjongkok di hadapan Dinda dan mengulurkan tangannya. Dengan sigap, Dinda pun menerima uluran tangan itu. Mereka pun beranjak ke kolam renang yang permukaannya telah ditutupi dengan kaca tebal. Dan ketika mereka telah berada di atasnya, tiba-tiba saja pancaran cahaya berwarna putih keunguan menyala dari bawah dan beberapa sisi di kolam renang. Mereka berdansa layaknya Pangeran dan Putri.

Melihat kemesraan pasangan Rafael dan Dinda membuat iri pasangan yang melihatnya. Ditambah lagi alunan musik dansa yang memanjakan telinga. Morgan dan Asti pun akhirnya ikut berdansa, disusul dengan Reza dan Nisa, dan juga pasangan-pasangan lain. Mereka semua tampak bahagia. Bersatu dalam alunan musik merdu dan gerakan yang dinamis. 
-to be continued-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s