At the Last, You’re Mine – Part II

Title                       : At the Last, You’re Mine

Author                  : ayunastiti14

Genre                   : Romance

Rating                   : PG-15

Cast                       :

  • Cho Kyuhyun
  • Shin Hyemi
  • Choi Siwon
  • Park Jung Soo a.k.a Leeteuk
  • Other Cast

Disclaim : No copas, no edit. Jika ada karakter yang tak sesuai mohon maaf. dan jika ada bahasa korea yang sekiranya kurang tepat. Harap dimaklumi saya masih newbie J

Happy Reading ^^

Typo May be applied.

——————————————————————————————————————————–

“Kyuhyun oppa.”gumamku pelan.

Jadi sedari kemarin dia tidur bersamaku. Sepertinya aku terlalu puas saat tertidur. Bahkan aku pun tak sadar dia tidur bersamaku dan memelukku. Ku pandangi wajah tidurnya yang tenang. Sungguh ia sangat tampan. Beda sekali saat dia sedang tidak tidur. Kau memang namja menyebalkan, tapi entah mnengapa aku sangat mencintaimu.

“Tak usah memandangiku seperti itu. Aku tahu bahwa aku memang namja tertampan di dunia.”ujarnya dengan mata yang masih terpejam.

Mwo?! Dia sudah bangun. Aku tertangkap basah.

“Siapa yang memandnagimu, huh? Aku ingin mandi dan kau malah memelukku seperti ini.”elakku.

“Hahaha. Kau lucu jika sedang marah Mrs. Cho.”

“Siapa itu Mrs. Cho? Aku tak sudi margaku berubah menjadi Cho.”

“Jadi seperti itu?”tanyanya dan tiba-tiba saja ia terbangun dan menindihku.

Ia memandangku tajam. Aduh mengapa jadi seperti ini? Ku tutup rapat kedua mataku. Aku tak berani menatap tatapan tajamnya. Ingin sekali aku berteriak. Tapi entah mengapa suaraku seperti tercekat di tenggorokan dan tak bisa keluar. Ku rasakan ia semakin mendekat. Deru napasnya semakin terasa menerpa wajahku.

“Kau milikku pagi ini.”bisiknya tepat di telingaku dan itu berhasil membuatku merinding.

Ku rasakan hidung mancungnya telah menempel tepat di hidungku. Detak jantungku semakin tak karuan. Keringat dingin pun telah membasahi keningku. Sebenarnya apa yang akan dia lakukan? Aku semakin menutup rapat mataku. Bahkan aku sempat menahan napas sebelum akhirnya..

“Hahahaha.”

Ku dengar suara tawa yang menggelegar. Segera ku buka mataku. Ku lihat namja itu sedang tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

“Ekspresi wajahmu lucu sekali. Hahaha.”

Ia semakin terlihat puas saja.

“Ya! Cho Kyuhyun! Awas kau !”teriakku marah.

Dia hanya mengerjaiku. Sialan. Untung saja ini adala hari minggu, sehingga aku tak perlu memikirkan aku akan terlambat masuk kelas. Ku tinggalkan namja menyebalkan itu yang masih saja tertawa ke kamar mandi.

***

“Chagi, hanya karena itu kau marah kepadaku? Ayolah, maafkan aku. Mianhe Chagi. Jeongmal mianhae.”ucapnya sambil memelukku dari belakang saat aku sedang memasak ramyun.

Aku memang menghiraukannya sedari tadi. Dia sungguh amat menyebalkan. Bagaimana bisa aku memiliki namjachingu seperti dia. Aku masih saja bersikap cuek. Berusaha bergerak senormal mungkin dan membayangkan suara-suara itu hanya sebuah halusinasi semata.

“Oppa! Kau mau aku semakin marah?”teriakku kesal ketika tiba-tiba ia menggigit pelan telingaku.

“Andwe! Jangan marah lagi ya. Mau jalan-jalan?”tawarnya.

Aku yang mendengar kata jalan-jalan hanya tersenyum kecil.

“Aku mau oppa.”ujarku bersemangat.

Ku balikkan badanku yang masih dipeluk oleh Kyuhyun oppa kemudian ku kecup pipinya dan dengan cepat aku berjalan menuju kamar.

“Tunggu aku oppa. Aku mau ganti baju dulu.”teriakku sesaat sebelum akhirnya ku tutup pintu kamarku.

***

“Kajja oppa! Kita berangkat.”

“Memang kau mau kemana?”

Tanpa menjawab pertanyaannya aku hanya cemberut dan berjalan duduk di sebelahnya. Aku hanya diam memasang wajah se-bete mungkin.

“Aiggo chagi. Wajahmu lucu sekali.”ujarnya mencubit pipiku.

“Asshh.. sakit oppa!”

“Aku tak mau mengajak jalan-jalan jika kau cemberut seperti itu.”

“Andwe oppa. Kita tetap jalan kan. Ini aku sudah tersenyum.”cegahku dan tersenyum semanis mungkin berharap Kyuhyun oppa tak membatalkannya.

“Kajja!”

***

Audi hitam Kyuhyun oppa mulai memasuki sebuah lokasi wisata. Suasana di sana sangat ramai. Aku mulai gelisah melihat suasana ini. Ku remas-remas jemari tanganku sendiri dengan telapak tanganku. Keringat dingin mulai mengalir dari dahiku. Aku takut.

Akhirnya mobil Kyuhyun oppa telah berhenti di parkiran tempat wisata itu. Semakin ke dalam, suasana semakin ramai. Aku semakin gelisah melihat orang yang berlalu lalang kesana kemari. Ku dengar pintu di sebelah kananku terbuka. Ku lihat Kyuhyun oppa sedang membukakan pintu untukku dan tersenyum manis padaku.

Aku masih diam. Hanya menatapnya penuh harap agar segera mengajakku pergi dari tempat ini. Aku ingin pulang.

“Waeyo chagi?”

“Oppa. Aku.. aku..”

Dia masih diam memandangku. Tatapan yang menuntutku untuk meneruskan kalimatku.

“Aku.. aku ingin pulang oppa.”

“Mwo?! Kita belum bermain, Hyemi-ya. Kau mau pulang? Yang benar saja.”

“Tapi oppa.”

Dengan tidak sabar, dia menarik tanganku agar aku segera keluar dari mobil. Kini aku benar-benar telah berdiri. Berdiri di atas tanah taman bermain ini.

“Kajja Hyemi-ya.”

Dengan kasar Kyuhyun menarik tanganku. Aku masih berusaha untuk bertahan di tempatku sekarang. Namun, Kyuhyun masih tetap memaksaku. Hingga akhirnya aku tertarik dan berjalan di sebelah Kyuhyun. Ku cengkerat erat lengan Kyuhyun yang ku peluk. Aku semakin merasa takut tatkala mendengar orang-orang yang berteriak-teriak ketika menaiki wahana yang memacu adrenalin di sekitarku.

Aku semakin kencang saja mencengkeram lengan Kyuhyun. Ku tutup erat-erat mataku. Namun, bukannya merasa lebih nyaman aku malah merasakan sendiri dan ketakutan itu semakin mudah menyergapku.

“Oppa.”ucapku getir. Buliran air mata ini telah sukses jatuh di pipi mulusku.

“Aiggo chagi. Mengapa kau menangis? Uljima.”ucapnya menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya.

Aku diam. Ingin rasanya mengutarakan apa yang kurasakan sekarang. Tapi, tenggorokanku tercekat. Aku tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Bagaimana jika ku belikan es krim strawberry?”tawarnya. “Tunggu di sini. Aku akan membelikanmu.”

Dengan cepat kepalaku menggeleng kencang. Jangan pergi oppa, aku takut.

“Tidak apa chagi. Aku hanya sebentar. Ne?”

Dan akhirnya, Kyuhyun oppa meninggalkanku. Berdiri di sini.

Aku tak bisa berbuat apapun. Ku tutup kedua lubang telingaku dengan kedua telapak tanganku. Ku tutup erat-erat kedua mataku. Wahana Roller Coaster di hadapanku seakan-akan seperti ular yang sedang meliuk-liuk dan siap menerkamku.

“Arrgghhhh..!!!!!”

-To be Continued-

Saya belajar dari sebuah blog orang lain ‘Gak menuntut comment, hanya nikmati saja apa yang saya tulis’

kekeke ^^ 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s