At the Last, You’re Mine – Part 01

Title                       : At the Last, You’re Mine

Author                  : ayunastiti14

Genre                   : Romance

Rating                   : PG-15

Cast                       :

  • Cho Kyuhyun
  • Shin Hyemi
  • Choi Siwon
  • Other Cast

Disclaimer : No copas, no edit. Jika ada karakter yang tak sesuai mohon maaf. dan jika ada bahasa korea yang sekiranya kurang tepat. Harap dimaklumi saya masih newbie J

Happy Reading ^^

Typo May be applied.

——————————————————————————————————————————–

“Ya! mengapa sedari tadi kau tersenyum?”tanyaku kesal melihat tingkah Hani, teman sebangku ku yang sedari tadi tersenyum seperti orang gila.

“Kau tahu? Tadi pagi Donghae oppa memberiku mawar putih kesukaanku. Lalu tadi malam dia menyanyikanku sebuah lagu sebelum aku tidur. Padahal status kita belum jadian. Apalagi jika nanti kita sudah jadian. Tak bisa terbayangkan betapa indahnya. Dan kau tahu? Nanti siang dia akan menjemputku.”jawabnya sumringah.

‘beep beep’

Terdengar tanda sebuah pesan masuk di ponsel milik Hani.

“Hani-ya jangan lupa makan. Aku tahu kau belum makan tadi pagi karena takut terlambat.  Aku tak mau sakit.”bacanya dengan lantang sambil sesekali melirik ke arahku.

Aish, aku semakin merasa kesal saja. Kenapa si evil itu tak pernah bisa seromantis Donghae oppa? Aku juga ingin seperti Hani. Hyemi, sepertinya khayalanmu terlalu tinggi. Bagaimana bisa seorang penggila game seperti dia menjadi sosok yang romantic? Yang benar saja.

“Hei! Mengapa jadi kau yang melamun? Apa kau sedang mengkhayalkan  si namja gamer itu menjadi sosok romantic seperti Donghae oppa? Itu tak mungkin.”ejek Hani.

“Aish!”ujarku kesal dan berlari keluar kelas meninggalkan Hani yang hanya memandangku dengan wajah yang amat menjengkelkan.

***

Aku pun telah sampai di tempat favoritku dulu bersama Kyuhyun oppa. Di pohon besar belakang sekolah. Tapi itu dulu saat Kyuhyun oppa masih bersekolah di sini. Sekarang ia sudah menginjak bangku kuliah dan kita menjadi jarang bertemu. Sebenarnya yang kami lakukan di sini tak jauh-jauh dari game. Tak seperti pasangan lain yang selalu romantis, duduk di bawah pohon berdua saling melontarkan kata-kata manis. Sedangkan kami? Jangankan kata-kata manis, yang ada malah aku yang selalu marah-marah karena selalu kalah bermain game dengannya.

Aku rindu moment seperti itu. Tapi aku selalu iri ketika Hani selalu bercerita tentang keromantisan dirinya dengan Donghae oppa. Padahal status mereka masih pendekatan, tapi Donghae oppa sudah seromantis dan seperhatian itu. Ah, aku iri.

Ku senderkan punggungku di pohon besar ini. Menikmati udara yang terasa sejuk. Angin semilir membuatku semakin nyaman berada di sini. Ku keluarkan ponselku dari saku baju seragamku.

“Yeoboseyo.”

“Ne, chagi ada apa?”

“Oppa, bogoshippoyo.”

“Hanya karena itu kau meneleponku?”

“Ya! Oppa! Pertanyaan macam apa itu? Aish, jinjja. Kau benar-benar menyebalkan.”

Tut.

Ku pencet tombol merah di ponselku dengan kesal. Cho Kyuhyun memang benar-benar namja menyebalkan.

***

Aku berdiri di depan gerbang sekolah. Menunggu sebuah mobil Audi hitam yang katanya ingin menjemputku. Tapi apa? Satu jam sudah aku berdiri di sini. Namun, tak ada tanda-tanda bahwa dia datang. Bahkan sekedar menelpon atau sms pun tidak. Namja evil itu selalu sukses membuat pikiranku panas.

Belum puas aku mengumpat dalam hati, tiba-tiba saja ada audi hitam yang datang menghampiriku. Tapi, mengapa plat nomornya tidak sama dengan kepunyaan si Kyuhyun menyebalkan itu. Siapa dia? Perlahan kaca mobil itu turun. Dan,,,

“Siwon oppa?”

“Hyemi-ya mau pulang bersamaku?”

Huwaa!! Mimpi apa aku semalam? Seorang Choi Siwon menawariku sebuah tumpangan? Seseorang yang pernah aku sukai. Tapi entah setan apa yang saat itu hadir. Berencana mendekati Siwon oppa tapi malah jatuh cinta dengan Kyuhyun babo itu. Cinta memang aneh.

Dengan cepat aku menganggukkan kepala mengiyakan tawaran itu dan masuk ke dalam mobilnya. Persetan dengan Kyuhyun yang pasti akan marah-marah nantinya.

“Bagaimana hubunganmu dengen Kyuhyun?”tanyanya sambil memandangku sejenak lalu kembali fokus pada jalan di depan.

“Baik-baik saja oppa. Kapan oppa pulang dari Amerika?”

“Sudah sejak dua hari yang lalu aku berada di Seoul.”

Aku hanya mengangguk tanda mengerti.

“Gomawo Oppa. Mau mampir?”tawarku pada Siwon oppa saat mobilnya telah berhenti di depan rumahku.

“Ani. Aku langsung saja.”tolaknya.

“Baiklah. Sekali lagi gomawo oppa.”

“Ne, cheonmayo.”

Mobil Siwon oppa pun mulai meninggalkan perkarangan rumahku. Aku masih terus memandangi mobil itu hingga hilang dimakan belokan di dekat rumah.

“AAAA!!!!”teriakku kencang ketika membalikkan badan dan mendapati Kyuhyun berada tepat di belakangku memasang tampang evilnya.

Saat sadar bahwa namja di depanku adalah namja yang telah membuatku menunggu sangat lama, aku pun berjalan santai memasuki rumah mengacuhkannya begitu saja.

“Ya! Shin Hyemi!”

Ku biarkan saja dia meneriaki namaku. Siapa suruh menjadi namja yang tidak bertanggung jawab.

‘GRAB’

Ku rasakan sebuah tangan kekar menahan telapak tanganku saat aku sedang akan membuka kenop pintu. Ku tatap tangan itu dan melihat wajah si empunya tangan yang terlihat sangat kesal. Tak mau kalah, ku tatap matanya dengan tatapan tajam. Namun, ia tak jera ia malah mencengkeram tanganku semakin erat. Matanya semakin tajam saja menatap mataku.

“Ya! Cho Kyuhyun pabo! Sakit! Lepaskan!”seruku padanya sembari mencoba melepaskan cengkeramannya.

Ku tiup-tiup telapak tanganku yang menjadi sedikit merah. Aku masih marah dengannya. Sangat marah. Sedikit ku lirik wajahnya. Wajahnya sangat datar. Seakan-akan ia tak melakukan kesalahan apapun. Aish, melihatku kesakitan seperti ini dia hanya diam saja dan tak mengucapkan apapun. Terlebih ini semua karena ulahnya. Setidaknya ia mengucapkan maaf. Tapi ini?

Dengan kesal, ku buka kenop pintu rumahku dan segera masuk.

‘BRAKK’

Ku tutup pintu cepat dan keras agar si Kyuhyun menyebalkan itu tak bisa masuk. Ku hidupkan saklar lampu yang berada di dekat pintu.

Aiggo, kapan dia masuk? Sekarang dia malah sedang duduk santai di sofa merah panjang di ruang tamu. Menatapku lagi-lagi dengan ekspresi muka datar. Ku teruskan langkah kakiku menuju kamar di lantai dua. Membiarkannya begitu saja di ruang tamu. Aku terlalu lelah jika harus marah-marah dengannya, biarlah ia berbuat sesuka hatinya.

***

Ku mengerjap-ngerjapkan kedua mataku, berusaha menyesuaikan dengan cahaya mnatahari yang masuk. Cahaya matahari? Oh My! Ini telah pagi. Bagaimana bisa aku tertidur dari sore hingga pagi begini? Dengan nyawa yang masih belum sepenuhnya terkumpul, ku beranjak dari tempat tidurku. Tapi sebentar mengapa perutku terasa berat sekali? Ku tolehkan kepalaku,,

-To be Continued-

Dibutuhkan dengan sangat kritik dan saran kalian. Boleh manis, asam, pahit, asem, asin terserah. Yang penting comment ya😀

Gomawo ^^ *bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s