I Want You (another story)

PART I

Tittle                      : I Want You

Author                  : ayunastiti14

Genre                   : Romance

Cast                       : Dinda Putri Kirana as Dinda

Rafael Landry Tanubrata as Rafa

Morgan Handi Winata as Morgan

Asti

Muhammad Reza Anugrah as Reza

Nisa

 Other Cast

Dua hari setelah kejadian itu, kami berdua akhirnya bertunangan. Sekarang hatiu telah terikat dengan kak Rafa begitu juga sebaliknya. Namun, sehari setelah moment indah itu, kak Rafa harus kembali ke Paris untuk melanjutkan kuliahnya yang hanya tinggal empat bulan lagi. Selama itu hubungan kami masih berjalan sangat baik. Tak pernah sedikitpun kami lost contact.

Hari yang aku tunggu telah tiba. Hari ini kak Rafa telah kembali ke Indonesia dengan sebuah gelar sarjana yang disandangnya dari University of Paris.

“Kakak!!!” teriakku sambil melambaikan tangan kepada kak Rafa yang baru saja keluar dari pintu kedatangan di Bandara.

“Hai Dinda..”teriaknya balik dan berlari ke arah ku.

Segera ku sambut kedatangannya dengan pelukan hangat dariku.

“Miss you.”ucapku

“Miss you too.”jawabnya dengan senyum lebar. “Pulang yuk.” Aku hanya mengangguk.

***

“Ehm, kak congrat ya kakak udah jadi sarjana nih.”ucap Dinda pada kak Rafa. Saat ini mereka berdua sedang duduk santai di ruang keluarga rumah kak Rafa. Tepatnya Dinda sekarang sedang bersandar di sofa panjang polos berwarna hitam, sedangkan kak Rafa kini tiduran santai di pahaku.

“Iya, makasih ya sayang. Gimana sekolah kamu? Kapan ujian?”

“Sekolah aku baik-baik aja kok kak.  Senin depan udah ujian nih kak. Do’a in aku ya kak semoga lancar.”

“Iya dong pasti do’a kakak selalu menyertaimu. Semoga nanti kamu cepetan lulus biar kita cepet married.”

“Aneh-aneh deh kakak. Gak ah aku gak mau married sama kakak. Aku pingin kuliah di luar negeri kayak kakak.” jawabku usil.

“Yah kok gitu sih. Nanti jauh dong. Di sini aja lah.Kalau di sini kan kita married dan juga nanti kamu juga bisa kuliah. Ya kan?”

“Ehm.. gimana ya?”

“Ah, kamu kebanyakan mikir deh. Bilang iya susah amat. Amat aja gak susah.”

“Hahaha. Iya iya kakakku tersayang dan tercinta aku bakal kuliah di sini kok. Lagian kalau di Luar negeri jauh kak. Nanti aku gak bisa ketemu Reza lagi.”

“Oh jadi Reza nih. Bukan kakak?”ucap kak Rafa manyun.

“Kakak tambah jelek kalau lagi manyun. Udah deh gak usah manyun.” ‘emmuah’ ku cium pipi kiri kak Rafa. “Udah gak usah manyun.”

“Kok cuman yang kiri doang.”

‘emmuaah’ ku cium lagi pipi kanan kak Rafa.

“Kalau yang ini.”ucap kak Rafa sambil menunjuk bibirnya.

“Oh, kalau itu nanti aja ya kalau udah syah. Hehehe. Ehmm.. kak aku pulang dulu ya. Udah malem.”

“Kamu nginep di sini aja lah. Lagian rumah kakak sepi, rumah kamu juga sepi kan? Kamar sebelah kakak udah dibersihin kok tadi sama bibi. Kamu tidur sini aja ya.”ucapnya menunjukkan puppy eyes nya. Aku hanya mengangguk mengiyakan.

***

“Ini siapa sih bikin soal beginian. Sulit banget, gak ada pengertian sama sekali ke aku.”gerutuku sambil memandang soal-soal fisika yang terpampang di depan mata. Tanpa bisa menjawab soal-soal itu aku hanya menatapnya saja berharap akan ada jawaban yang muncul. Hal yang mustahil.

“Kalau dipantengin terus kayak gitu ya gak mungkin keluar jawabannya. Sini deh coba soal begituan aja gak bisa.”ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang ku dan kini duduk di sampingku dan mengambil soal-soal yang kupandangi dari tadi.

“Sulit tau ini daritadi aku cari jawabannya gak ketemu-ketemu. Aku pantengin juga malah gak keluar jawabannya.”ucapku dengan polosnya.

“Kamu lucu deh. Kalau ini mah gampang.”ucap kak Rafa. Kak Rafa pun mengajarkanku sampai aku benar-benar mengerti. “Udah ngerti kan?”tanyanya setelah selesai menjelaskanku.

“Iya ternyata mudah ya kak. Thanks.”

***

Hari yang mendebarkan telah datang. Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan. Semua murid terlihat cemas menunggu hasil pengumuman tak terkecuali aku. Namun aku yakin aku akan lulus, karena meski otak aku pas-pas an dan sering banget gak merhatiin pelajaran tapi les privat pada kak Rafa selama beberapa hari sebelum ujian ternyata sangat ampuh. Aku bisa mengerjakan semua soal ujian dengan baik meski belum tentu benar.

“Kyaa!!! Dinda gue Lulus Din. Gue lulus.”teriak seorang yang berseragam sama denganku yang menghampiriku dan merengkuh bahuku.

“Congrat ya. Gue belum lihat nih anterin yuk.”ucapku sambil menggandeng tangan Reza ke papan pengumuman yang masih tampak ramai dengan segerumbulan anak berbaju abu-abu putih.

Detak jantungku terasa berdetak ratusan kali lebih cepat. Ini hidup matiku. Ku tatap kertas pengumuman yang tertempel di sebuah papan persegi panjang itu. Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya sampai memenuhi paru-paru ku dan ku hembuskan sedikit demi sedikit. Perlahan jari telunjukku mulai menelusuri nama-nama di kertas putih itu. Telunjukku berhenti tepat di garis ke empat belas. Terpampang jelas namaku “Dinda Putri Kirana” kuarahkan jari telunjukku ke kanan, sederetan nilai terpampang jelas di situ, nilai yang tak terlalu buruk dan

“Reza! Gue lulus!”teriakku pada Reza yang berdiri di sampingku

“Lulus sih lulus gak pake teriak di telinga gue juga kali.”ucap Reza kesal.

“Hehe Peace Mas Bro.”ucapku sambil membentuk huruf V dengan jari tengah dan telunjukku.

***

“Rencana nerusin ke mana loe habis ini?”tanyaku pada Reza sambil menyeruput milkshake yang ku pesan.

“Kalau gue pinginnya sih ke UI. Kalau loe mau kuliah atau nikah nih?”ledek reza

“Kuliah dong..”

“Sekalian nikah juga.”ucap seseorang yang tiba-tiba datang dan duduk di sebelahku sambil melingkarkan tangannya di pinggang ku.

“Kakak! Apa-apa an sih. Malu tau.”ucapku sedikit malu, mungkin sudah ada semburat merah menghiasi pipiku.

“Gak usah malu kali din. Lagian kayaknya sebelah loe udah ngebet banget”ucap Reza tertawa.

“Tuh reza aja tau.”ucap kak Rafa yang malah ikutan tertawa. Sedangkan aku hanya diam menatap dua orang lelaki yang sedang tertawa itu sebal.

***

Hari ini adalah hari OSPEK pertamaku di salah satu Universitas Negeri di Jakarta. Aku mengambil jurusan Teknik Informatika. Setelah keluar dari sedan hitam kak Rafa, aku berhenti di depan gerbang kampusku. Sejenak aku merasa tak percaya sekarang aku adalah seorang Mahasiswi. Kutengok jam tangan ungu yang melingkar di tanganku. Jam telah menunjukkan pukul 07.15 padahal OSPEK dimulai pada pukul 07.00 itu berarti aku telah terlambat 15 menit. Dengan segera ku langkahkan kakiku ke dalam kampus.

Kini ku telah berdiri di depan pintu ruangan yang akan ku gunakan selama OSPEK. Ku ketuk pintu perlahan, karena aku tahu ini adalah kesalahan terbesar, telat di hari pertama.

“Permisi kak.”ucapku pelan.

“Silahkan masuk.”ucap salah seorang dari dalam sepertinya itu adalah panitia OSPEK yang akan membimbing kami selama OSPEK.

Ku langkahkan kaki ku perlahan masuk ke dalam kelas.

“Siapa nama kamu?”tanya kakak OSPEK cowok yang berbehel dan berambut sedikit panjang dan acak-acak an.

“Din.. Din.. da. Kak.”ucapku terbata

“Pinter banget ya hari pertama udah telat.”sambung seorang cowok yang berkacamata.

“Ma.. ma.af kak.”

“Maaf. Emang gampang. Sekarang loe berdiri di depan kelas dengan salah satu kaki diangkat dan kedua tangan disilangkan di depan dada dengan memegang telinga.”ucap si cowok berbehel.

Dengan sangat terpaksa, aku pun melakukan apa yang diperintahka oleh kedua kakak OSPEK yang menyebalkan. Sedangkan para peserta OSPEK lainnya sepertinya menikmati tontonan gratis ini. Bad day.

Lima menit sudah aku berdiri dengan keadaan seperti. Badanku terasa pegal semua.

“Bisma! Ilham! Apa yang loe berdua lakuin sudah gue bilangkan kalau gak ada kekerasan kayak gini.”ucap seseorang di ambang pintu ruangan. Mendengar suara yang sepertinya familiar ku pun mendongakkan kepalaku yang sedari tadi menunduk dan menengok ke arah sumber suara.

“Kak Morgan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s